Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review dan Sinopsis Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

Aghniny Haque sebagai Kiran dalam Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa
Tanganhelra.com–Aghniny Haque menggunakan hijab saat berperan sebagai Kiran dalam film “Tuhan, Izinkan Aku Berdosa” selengkapnya simak dalam artikel ini.

Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa rilis pada Mei 2024 lalu. Namun, film ini mulai menghebohkan para penggemar setelah bisa tayang melalui platform Netflix pada oktober 2024.


Beberapa aktor dan aktris yang berperan dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa yaitu Aghniny Haque yang berperan sebagai tokoh utama, Andri Mashadi, Donny Damara, Djenar Maesa Ayu, Hingga Nikita Mirzani.


Film ini mengangkat tema drama realigi yang menceritakan perjalanan seorang muslimah dalam menghadapi ujian-ujian dalam perjalanan hidupnya. 

Kiran sebagai mahasiswi
Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa disutradari oleh Hanung Bramantyo sebagai film adaptasi dari novel berjudul Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhiddin M Dahlan yang terbit pada 2003.

Lalu bagaimana sinopsis dan review lengkap film Tuhan Izinkan Aku Berdosa, simak selengkapnya berikut ini.


Sinopsis Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

Pejuang Kecil dari Desa

Karakter Kiran merupakan seorang mahasiswi dari sebuah desa. Ibu-Bapaknya membiayai sekolah Kiran dengan susah payah. Pengambilan latar belakang Kiran sebagai masyarakat kecil yang mengadu nasib ke kota menunjukkan adanya tekad dalam diri seorang muslimah.


Selain berkuliah, Kiran bergabung juga dengan organisasi islam yang kemudian memiliki guru besar. Ketekunan, keberanian, serta kepintaran Kiran sangat mencolok sehingga membuat guru besar organisasi ini tertarik menjadikan Kiran sebagai istri ketiganya.


Dalam sebuah keraguan, Kiran seakan dijebak untuk menyetujui dalam pernikahan ini. Semua fakta yang Kiran miliki dibantah seolah-olah Kiran telah membuat fitnah bagi guru besar.

Kiran dalam kebingungannya
Tentu saja, hal ini membuat para pengikut organisasi menjauhi dan memusuhi Kiran. Bukan hanya itu, mereka bahkan mengejar dan memburu Kiran dengan cap si pembuat fitnah bagi guru besar.

Kabar ini menyebar cepat bahkan hingga ke kampung halamannya, membuat kedua orangtuanya kecewa. Satu-satunya teman yang ia percaya juga hanya memanfaatkannya dan kemudian ikut kembali ke dalam organisasi.

Andri Mashadi sebagai Daarul Fauzi atau Arul
Hal ini membuat Kiran menjadi musuh satu dunia. Seorang anak desa yang memperjuangkan segalanya berubah menjadi anak buangan yang dianggap sebagai penyebar fitnah kepala organisasi keagamaan.

Dalam kemarahannya, Kiran bertranformasi menjadi gadis pendosa.


Memilih-Milih Dosa

Menjadi perempuan liar adalah bentuk kemarahan Kiran terhadap orang-orang yang hanya melakukan pencitraan sebagai orang baik.


Atas dasar tersebut, Kiran berkomitmen untuk menjadi manusia pendosa tetapi dengan memilih-milih dosanya. 


Dengan bantuan bapak dosen yang menjadi jembatannya ke dalam dunia tersebut, Kiran hanya ingin tidur dengan pejabat atau tokoh yang luarnya terlihat alim. Itulah satu-satunya kriteria yang Kiran berikan kepada Bapak Dosen yang mencarikan klien-klien tersebut

Donny Damara sebagai dosen Tomo
Hingga suatu hari, Kiran mendapatkan klien yang merupakan politikus terkenal dengan citra religius dan sayang keluarga. Berbekal kamera tersembunyi melalui sebuah korek api, Kiran berusaha menyelamatkan video tersebut sebagai barang bukti.

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Kesusahan demi kesusahan terus menghantui Kiran. Setelah berusaha kabur dari orang-orang pendukung politikus, Kiran menyadari bahwa mereka akan menghancurkan apa saja demi menghapus barang bukti.


Kiran kehilangan orang yang ia sayangi, ibunya bahkan tidak lagi percaya kepadanya. Ada hari-hari ketika Kiran menantang Tuhan karena membuat hidupnya sengsara.


Namun, nasib baik akan selalu menemukan jalannya. Perlahan, Kiran mulai mendapatkan kekuatan untuk bangkit dan menguak semua yang ia ketahui.


Review Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

Alur Maju Mundur yang Menyegarkan


Pada awal film, penonton akan melihat Kiran sebagai tokoh utama yang menjadi bagian dari sebuah komunitas atau perkumpulan islam di luar kampus. Kiran sebagai perempuan muslimah, cerdas, tetapi juga kritis.


Keaktifan dan kepintaran Kiran membuat ia mencolok, apalagi ia berani menegur orang-orang yang salah atau merendahkan kelompoknya. Namun, hal ini menjadi sebuah clue bahwa keberaniannya akan membawa ia ke dalam sesuatu yang lebih besar.


Pada adegan berikutnya, penonton justru dihidangkan dengan alur maju di masa depan ketika Kiran menjadi seorang perempuan liar yang tidur dengan dosennya sendiri. Kiran bahkan disediakan apartemen dan hidup dengan cukup mewah.

Kiran diperankan oleh Aghniny Haque
Alur maju mundur membuat timeline film menjadi lebih segar. Ketika scene adegan masa lampau, penonton bertanya-tanya apalagi kejadian yang akan menimpa Kiran dan membuatnya berubah.

Sementara saat alur maju, penonton mulai menyocokkan puzzle atas kilasan-kilasan masa lalu yang membuat Kiran memutuskan untuk menjadi karakter yang jauh berbeda dengan dirinya dan kepercayaannya pada masa lalu.


Perpindahan alur maju dan mundur yang segar membuat timeline film seperti roller coaster, membuat penonton kadang-kadang harus berteriak atau justru menahan nafasnya.


Kontradiksi Perkembangan Karakter

Sebuah detail yang juga berisi pesan mendalam yang sangat menarik dalam film ini adalah perkembangan karakter-karakternya yang kontraktif.


Pada awal film terdapat dua karakter manusia yang sangat berbeda. Pertama adalah para pengikut komunitas yang sangat religius, kedua merupakan para mahasiswa dengan gaya hidup bebas yang sangat jauh dengan nilai keagamaan.


Namun, pada akhir film kedua karakter tersebut dibalikkan sepenuhnya oleh sang Sutradara. Bukan tanpa alasan, tetapi setiap karakter mengalami perubahan termasuk proses spiritual dan makna hidup oleh setiap manusia.

Samo Rafael dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

Para pengikut komunitas religius digambarkan sebagai orang-orang yang hanya menerima pengajaran tanpa filter sehingga mereka terjebak dalam komunitas agama yang sebenarnya kurang baik dan kemudian berakhir menjadi orang-orang yang jauh dari nilai spiritual agamanya.


Sementara para mahasiswa dengan gaya hidup bebas mulai menemukan nilai-nilai hidup, terutama saat mereka bertemu dengan Kiran yang mengalami krisis spiritual. Akhirnya, mereka menjadi karakter dengan nilai kemanusiaan pada masa depan.


Pesan yang tersirat dalam kontraktifnya perkembangan karakter ini bukan semata-mata orang yang baik akan menjadi buruk atau sebaliknya.


Namun, mengingatkan manusia bahwa setiap orang sejatinya dalam sebuah perjalanan menemukan dan melepaskan, salah satunya soal keimanan dan makna hidup. 


Akhir Film yang Epic

Meskipun termasuk akhir yang klise dengan jargon “orang baik selalu menang”, tetapi akhir film seperti ini memang diperlukan untuk mengobati hati penonton yang sudah terlalu banyak menanggung kesal sejak awal film dimulai.


Pada akhirnya, Kiran mendapatkan lagi keyakinannya kepada Tuhan meskipun harus melalui proses panjang dengan mengotori dirinya sendiri. 

Nugie sebagai Alim
Semua antagonis dalam film mulai mendapatkan karmanya, saat semua bukti yang Kiran jaga setengah mati lalu ia serahkan pada sebuah acara TV besar.


Dengan semua perjalanan rumit yang Kiran tempuh, ia akhirnya bisa membalaskan dendamnya dan membuka mata keluarga, kerabat, dan masyarakat yang selama ini menyalahkan Kiran atas apa yang terjadi.


Tak lupa dengan ucapan akhir “Subhanallah” untuk menutup film tersebut.


Nah, itulah sinopsis dan review dari film Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Selamat menonton, tulis pendapat kalian di bawah, ya.


Salam hangat,


Helra.