Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review dan Sinopsis Film 1 Kakak 7 Ponakan: Sediakan Tissue Saat Menonton

Film 1 Kakak 7 Ponakan
Tanganhelra.com–Dalam film 1 Kakak 7 Ponakan Chicco Kurniawan berperan sebagai seorang kakak yang menanggung tujuh orang keluarga. Simak selengkapnya di sini.

Film 1 Kakak 7 Ponakan merupakan adaptasi dari sinetron berjudul sama yang tayang pada 1996. 


1 Kakak 7 Ponakan versi film menampilkan beberapa aktor dan aktris papan atas seperti Chicco Kurniawan (Moko), Amanda Rawles (Maurin), Fatih Unru (Woko), Ringgo Agus Rahman (Mas Eka) dan beberapa aktor lainnya.


Film 1 Kakak 7 Ponakan bercerita tentang Moko yang harus menanggung hidup seluruh keponakannya setelah kakak dan kakak iparnya meninggal.

Keluarga Moko dalam film 1 Kakak 7 Ponakan
Yandy Laurens sebagai sutradara film 1 Kakak 7 Ponakan setelah sebelumnya juga memproduksi film Keluarga Cemara, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, dan beberapa film dengan genre keluarga lainnya. Berdurasi 131 menit, film 1 Kakak 7 Ponakan menyajikan roller-coaster scenes yang bisa membuat penonton sedih dan tertawa selama menonton.

Lalu bagaimana sinopsis dan review lengkapnya film 1 Kakak 7 Ponakan, simak artikel ini selengkapnya.


Sinopsis Film 1 Kakak 7 Ponakan

Si Bungsu jadi Si Sulung


Moko yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara harus ikut tinggal bersama keluarga kakak sulungnya, Agnes (Maudy Koesnaedi), setelah kedua orangtuanya tiada.


Bersama Agnes, kakak ipar, dan tiga keponakannya, Moko hidup sederhana dan penuh kehangatan meskipun ia menjadi memiliki dua peran, sebagai adik bungsu sekaligus kakak sulung bagi ponakan-ponakannya.

Kak Agnes dan Kakak Ipar Moko dalam film 1 Kakak 7 Ponakan
Hingga suatu hari, kakak ipar Moko terkena serangan jantung. Kak Agnes yang saat itu harus melahirkan anak keempatnya juga ikut meninggal karena mengalami shock.  Kepergian Kak Agnes dan kakak iparnya seketika membuat Moko menjadi kakak dan pencari nafkah tunggal bagi keempat keponakannya. Ia mengubur semua cita-citanya dan mengakhiri hubungan asmaranya dengan Maurin agar tidak membebani sang kekasih.

Moko kemudian bekerja secara freelance dari rumah sambil menjaga keponakannya yang masih bayi. Ia menghemat seluruh tabungan yang ada dan mengelola rumah semampunya.


Kedatangan Tanggung Jawab, Lagi

Setelah memiliki 4 tanggungan yang menjadi tanggung jawab Moko sendirian. Ia kedatangan lagi tanggungan baru, anak dari guru les piano yang mengajari Moko saat kecil.


Guru piano menitipkan anaknya yang bernama Ais kepada Moko karena ia akan mencari pekerjaan dulu ke tempat yang jauh dan berjanji akan menjemput Ais pada bulan berikutnya.

Kawai Labiba sebagai Ais dalam film 1 Kakak 7 Ponakan
Ais berjanji akan menjadi anak baik dan membantu Moko mengerjakan pekerjaan rumah termasuk menjaga si bayi. Ia cepat berbaur dengan para keponakan lain dan menjadi bagian dari keluarga Moko.

Sayangnya, Bapak Ais tidak lagi bisa dihubungi. Meski berat, Moko mulai menerima kenyataan bahwa ia harus menanggung Ais. 


Seperti belum cukup sampai sini penderitaan yang harus Moko tanggung, ia kedatangan juga kakak dan kakak iparnya yang kedua, yang selama ini tinggal di Aussie tanpa pernah menengok keadaan Moko.

Agus Ringgo Rahman sebagai Mas Eka dalam film 1 Kakak 7 Ponakan
Awalnya, Moko bersyukur karena kedatangan mereka berarti membuat tanggung jawab Moko berkurang dan para keponakannya bisa dijaga oleh kakaknya.

Namun, ternyata kakak ipar Moko (Mas Eka), justru menipu Moko dan mengambil uang hak anak-anak untuk keperluan investasi bodong. 


Keberadaan Mas Eka dan istrinya justru menambah beban tanggung jawab Moko. 


Review Film 1 Kakak 7 Ponakan


Rekayasa Makna 7 Ponakan

Judul film 1 Kakak 7 Ponakan membuat para penonton mungkin berasumsi bahwa sang pemeran utama akan memiliki 7 orang keponakan.


Namun, sejak awal film hanya ada 4 keponakan yang tinggal dan menjadi tanggung jawab Moko. Para penonton mungkin berasumsi juga apakah akan ada ponakan tambahan dari kakak Moko lainnya yang akan ia tanggung kemudian.

1 Kakak 7 Ponakan
Hingga kemunculan karakter Ais, anak dari guru piano yang tinggal dengan Moko, penonton mungkin masih berasumsi bahwa Ais bukanlah keponakan yang sutradara maksudkan dan masih menunggu “sisa keponakan” yang akan datang.

Kemunculan Mas Eka dan istrinya pada seperempat akhir film juga membuat penonton mengencangkan perut. Kemungkinan adanya keponakan lain yang akan Moko tanggung mulai terlihat jelas.


Sayangnya judul 7 keponakan adalah rekayasa dari makna tanggung jawab yang Moko rasakan. Total 4 keponakan, 1 anak titipan, dan 2 kakak yang sepenuhnya bergantung kepada Moko menjadikan ia memiliki 7 beban dalam pundaknya.

Chicco Kurniawan dalam film 1 Kakak 7 Ponakan
Pemilihan kalimat 7 keponakan sebagai ganti dari 7 tanggungan membuat judul film lebih terasa dramatis, puitis, dan mungkin lebih realistis.

Menanggung kakak yang seharusnya bisa membantu Moko dalam mengatasi kesulitannya, tentu bukan hal yang lumrah bagi masyarakat. Sehingga menyarukan kalimat kakak sebagai keponakan dalam makna tanggung jawab terlihat lebih menarik bagi judul film.


Roller-Coaster Emosi

Untuk film bergenre keluarga dengan tone yang jelas memberi kesan sendu, film 1 Kakak 7 Ponakan justru menghadirkan kesan roller coaster emosi.


Semua puncak kesedihan diakhiri dengan humor yang alami dan natural, yang jelas kejadian itu bisa terjadi dalam kehidupan nyata.

salah satu scene dalam film 1 Kakak 7 Ponakan
Misalnya saat para ponakan berdebat dengan Moko dengan berusaha keras memastikan bahwa mereka adalah beban sehingga Moko mati-matian menyangkalnya.

Dalam suasana yang tegang dan kalut, salah satu ponakan bernama Ano ikut memberi argumen bahwa ia merasa tanggung jawab ini memang harus Moko tanggung sebagai orang yang paling dewasa di rumah sehingga ia setuju bahwa mereka bukan beban.


Celetukan kontra tersebut 100% membuat air mata penonton tumpah-tumpah karena tertawa mendadak. Humor yang terselip sepenuhnya celetukan masuk akal yang datang dari sudut pandang tiap-tiap karakter.


Karakter Utama yang Tidak Sempurna

Keputusan Moko untuk menyudahi hubungan dengan Maurin menunjukkan bahwa karakter Moko jelas manusia yang tidak sempurna tetapi sempurna sebagai karakter film. 


Dalam kehidupan sehari-hari, cinta terbesar seringkali adalah memberikan pintu keluar untuk orang yang kita cintai agar tidak ikut tersiksa bersama. 

Amanda Rawless sebagai Maurin dalam film 1 Kakak 7 Ponakan
Meskipun beberapa menganggap hal itu adalah keputusan egois, tetapi sesungguhnya si karakter utama hanya ingin memberikan pintu keluar itu lebih dulu sebelum ia mencari pintu lain juga dan mereka bertemu lagi di luar ruang kesulitan.

Karakter Maurin juga menyadari bahwa alasan perpisahan itu bukanlah karena cinta yang memudar atau karena tidak dijadikan prioritas. 

Moko dalam film 1 Kakak 7 Ponakan
Sebaliknya, ia mengetahui bahwa Moko, lelaki yang ia cintai sedang berjuang untuk mengisi tanggung jawabnya yang paling utama yaitu memertahankan keluarga. 

Gambaran ketidaksempurnaan manusia dalam film ini justru menjadikan karakter film nyaris sempurna. 


Akhir yang Tidak Diberi Hidangan Penutup

Meskipun memiliki akhir bahagia dengan menampilkan keuangan, hubungan asmara, serta keterikatan keluarga yang semakin membaik, sebenarnya ada masalah yang belum selesai.


Prinsip Idealis yang Moko miliki memberikan dampak terhadap ancaman kehilangan pekerjaan seharusnya bisa selesai. Penonton berhak mendapatkan Moko dengan versi pekerjaan dan prinsip yang lebih stabil.

Chicco Kurniawan sebagai Moko

Adapun masalah Mas Eka sebagai penipu seharusnya juga bisa selesai. Kepulangan dan perubahannya bisa menjadikan beban Moko benar-benar berkurang.


Sebaliknya, Mas Eka yang menghilang justru bisa menjadi bom lagi sewaktu-waktu.


Meski begitu film 1 Kakak 7 Ponakan ini menjadi pembuka menyegarkan bagi perfilman indonesia pada awal tahun 2025. 


Selamat menonton, jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar, ya!


Salam hangat,


Helra